arohimz

Just another WordPress.com site

Sekolah Harus Menjadi Sarana Pembentuk Karakter Siswa

Sekolah adalah suatu organisasi yang dikhususkan sebagai tempat menuntut ilmu dan memperoleh keterampilan modal untuk masa depan. Tapi selain itu sekolah juga merupakan suatu organisasi formal yang mendidik siswanya sehingga para siswa akan memiliki sikap disipllin yang tinggi dan juga karakter atau watak yang baik sesuai dengan nilai agama dan juga nilainilai budaya bangsa kita sehingga diharapkan oleh masyarakat banyak. Semua sekolah pastinya memiliki visi dan misi tersendiri namun pada dasarnya tujuan yang dimiliki adalah sama yaitu memberikan PENDIDIKAN pada siswa-siswanya. Arti dari kata mendidik bukan hanya memberikan tuntunan untuk membuat siswanya menjadi pintar saja dan memiliki keterampilan namun mereka harus memiliki suatu perilaku yang baik, baik itu dalam hal disiplin, tidak menyimpang dari norma atau aturan yang ada di masyarakat, dan memiliki ahlak yang mulia. Karena sebenarnya untuk membuat siswa pandai dan terampil tidak sesulit untuk membuat siswa-siswa itu memiliki karakter dan kepribadian yang baik.

Permasalahannya disini adalah kesulitan para pendidik yaitu guru maupun pihak sekolah untuk memnanamkan hal-hal yang menjadikan siswa-siswa berkarakter baik. Kesadaran siswa untuk menerapkan disiplin, berahlak mulia dan berperilaku positif memang bukanlah hal yang mudah. Para siswa juga hanya mengenal sekolah adalah sarana menuntut ilmu sebelum melanjutkan keperguruan tinggi selain itu siswa mengenal guru sebagai pengajar bukan sebagai pendidik. Mungkin masalah kecil seperti itu dapat berdampak besar misalnya saja dengan anggapan itu setiap ucapan guru yang ditunjukkan untuk mendidik mereka tidak dihiraukan karena yang mereka dengar hanyalah ucapan guru mengenai pelajaran saja. Selain itu penerapan disiplin pada siswa sulit untuk dilakukan. Peraturan-peraturan yang ada sering diacuhkan. Padahal itu yang akan membuat kepribadian mereka disiplin. Tapi sulitnya menerapkan pendidikan yang berkarakter bukan hanya terjadi akibat siswanya saja. Terkadang seorang guru ada yang tidak mampu menjadi pendidik yang baik. Bahkan guru-guru juga sering melanggar aturan yang ditetapkan, contohnya masuk ke kelas untuk memberikan pelajaran telat masuk dan keluarnya pun lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan. Bahkan tidak jarang guru hanya memberi tugas tanpa dirinya masuk kedalam kelas. Guru juga sering hanya memberikan pengajaran mengenai materi tanpa pendidikan yang ditunjjukan terhadap siswa untuk membuat siswanya itu berkpribadian yang baik.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka semua harus berjalan sesuai dengan fungsinya. Yaitu Kepala Sekolah sekolah selaku pemimpin organisasi memiliki wewenang disekolah dan mengatur jalannya proses pendidikan. Guru sebagai staf pengajar sekaligus pendidik siswa-siswanya sehingga berkepribadian baik. Dan siswa harus memiliki kesadaran terhadap statusnya yaitu sebagai pelajar.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: